Bahasa Indonesia HL

Kalimat Cerdas dan Kutipan Harimau-Harimau – Mochtar Lubis

List kalimat cerdas, ulas konteks kalimat tersebut melalui: pada siapa yang berbicara, pada siapa, konteksnya, interpretasi (isu yang diusung dalam kalimat tersebut!)

Halaman 2: “Manusia yang dahulu hidup di dalam hutan seperti binatang, dan kemudian meninggalkan hutan untuk membangun kota dan desa, kini pun selalu kembali ke dalam hutan untuk berburu atau mencari nafkah”

Kalimat tersebut ditunjukan kepada pembaca dan dibicarakan oleh narrator sendiri. Konteksnya adalah narrator yang sedang menjelaskan latar/setting utama dari buku tersebut yaitu hutan. Ini dapat dilihat dari repetisi kata hutan. Kutipan ini adalah bentuk sindiran. Sebenarnya masyarakat terlahir dihutan namun kebanyakan dari mereka mengabaikan hutan tersebut dan meninggalkannya untuk pergi ke kota supaya mereka dapat sukses. Namun setelah masyarakat pergi ke kota, kebanyakan lupa tentang asal-usul mereka yang sebenarnya datang dari hutan. Namun ternyata walaupun mereka telah pergi jauh-jauh dari hutan dan pergi ke kota, pada akhirnya, pasti mereka akan selalu kembali ke hutan untuk mencari nafkah. Ini adalah kritik kepada masyarakat yang lupa tentang asal-usul mereka dan tentang merawat alam.

Halaman 7 “Senjata adalah perhiasan lelaki. Pisau belati, atau keris, atau parang di pinggang adalah pelengkap pakaian lelaki. Dan senapan di bahu lebih lagi memberi rasa gagah dan perwira pada seorang lelaki.”

Kalimat tersebut ditunjukan kepada Buyung dan dikatakan oleh Wak Katok. Konteksnya adalah saat Buyung diceritakan selalu ingin memiliki senjata namun ia tidak dapat memiliki sebuah senjata dan maka dari itu ia selalu meminjam senjata orang lain. Interpretasi dari kalimat ini adalah bagaiamana senjata adalah simbol dari seorang laki-laki sejati. Isu yang diusung oleh pengarang adalah tentang dominasi lelaki dan kedudukan lelaki dan bagaimana senjata adalah simbol dari kekuasaan laki-laki.

Halaman 13: “Di matamu tak ada anak yang lebih gagah lagi dari anakmu sendiri”

Kalimat tersebut memiliki konteks dimana Ayah Buyung dan Ibu dari Buyung sedang berbicara tentang apa yang terjadi jika Buyung menikah. Ayah Buyung mengatakan ini kepada Ibu Buyung karena ia selalu membanggakan anaknya. Kalimat ini menunjukan bagaimana kasih sayang seorang ibu kepada anak dan bagaimana ibu selalu peduli dengan anaknya dan membanggakan anaknya sendiri. Kutipan ini mengusung isu tentang peran ibu.

Halaman 17: “…jangan susah hati, habis hujan datanglah terang!” (halaman 17)

Kalimat ini dikatakan oleh Sanip kepada Buyung dan memiliki konteks ketika Sanip dan teman-temannya sedang pergi ke hutan dan kemudian ada hujan yang turun dan kalimat ini adalah responnya terhadap hal tersebut. Interpretasi dari kalimat ini adalah bagaimana semua masalah dan keadaan buruk yang dihadapi pasti akan memiliki solusi atau resolusi yang lebih baik. Kutipan ini memberi saran untuk tidak gampang putus asa karena semuanya pasti akan memiliki hasil yang cerah. Hujan digunakan sebagai simbol yang berkonotasi buruk, dan kata “terang” digunakan sebagai simbol dari harapan yang cerah. Isu yang diusung adalah bagaimana ada moral dalam kehidupan dan bagaimana manusia tetap harus melihat sisi positif.

Halaman 38: “ Jangan terlalu percaya pada orang, meski kawan sendiri pun. Nasib anak dalam hidup selalu akan dikhianati oleh orang-orang yang dekat dengan anak. Dan anak jangan lupa, tak boleh memakai pakaian yang terbalik. Rezeki anak baik, dan anak akan senang nanti di hari tua.”

Kalimat ini dikatakan oleh Sutan kepada Buyung. Konteks dari kutipan ini adalah saat Wak Hitam sedang membaca tanda-tanda dari tangan Buyung. Kalimat ini memberi saran supaya jangan mudah untuk terbawa dengan kata-kata orang lain walaupun dekat atau tidak, karena kita tidak tahu motivasi mereka yang sebenarnya. Isu yang diusung oleh pengarang adalah tentang kepercayaan satu sama lain.

Halaman 39: “Orang muda mesti hati-hati sekali. Bahaya besar menanti orang muda di waktu dekat yang datang. Janganlah turut nafsu hati.”

Kalimat ini dikatakan oleh Wak Hitam kepada Buyung. Konteks dari kalimat adalah saat  Wak Hitam meramalkan masa depan Buyung. Kalimat tersebut sebenarnya merupakan nasihat Wak Hitam kepada Buyung terkait masa depannya. Kalimat ini dapat diinterpretasi sebagai saran atau nasihat terutama untuk pembaca yang masih muda untuk berhati-hati dengan godaan-godaan dunia. Kalimat ini mencoba untuk mengusung isu moral-moral di dalam kehidupan, dimana manusia perlu memiliki suatu sikap pengendalian diri.

Halaman 75: “Tak seorang manusia juga dapat melawan nasib yang diturunkan Tuhan terhadap dirinya. Sudah takdir.”

Kalimat ini dikatakan oleh Buyung kepada dirinya sendiri. Konteks nya adalah saat ia sedang merenungkan dirinya dan saat dia teringat dengan Zaitun. Interpretasi dari kutipan ini adalah bagaimana semua hal yang terjadi ada di tangan Tuhan dan apa pun yang kita lakukan diatur oleh Tuhan. Isu yang diusung oleh pengarang adalah tentang kepercayaaan kita dan tentang takdir.

Halaman 101: Orang yang membiarkan orang lain melakukan kejahatan dan dosa, sedang dia mampu menghalanginya, sama besar dosanya dengan orang yang melakukan dosa itu. Apalagi jika dia tahu bahwa karena perbuatan dosa itu, dia sendiri mendapat keuntungan

Kalimat ini dikatakan oleh Buyung kepada dirinya sendiri. Konteks nya adalah saat ia sedang sedang bersama Wak Katok. Interpretasinya adalah bagiamana kita harus mencegah seseorang untuk melakukan yang salah jika kita tahu itu hal yang salah. Isu yang diusung adalah tentang moral dan kebenaran.

Halaman 104: “Mata mereka silau melihat kejahatan dan dosa-dosa mereka sendiri. Mereka lebih suka menyembunyikannya dan tak melihatnya. Tak mengingatnya dan tak membukanya. Jangankan membukanya kepada orang lain, kepada diri sendiri pun, masing-masing enggan dan tak hendak mengakuinya.”

Kalimat ini dikatakan oleh Pak Balam kepada grup mereka. Konteks nya adalah pengakuannya setelah ia diserang oleh harimau. Interpretasinya adalah bagaimana orang-orang suka menyembunyikan dosa-dosanya dan takut untuk mengakui kesalahan-kesalahannya. Kutipan ini membantu membuat pembaca sadar atas kesalahan-kesalahan mereka dan bagaimana orang harus mengakui dosa-dosanya. Isu yang diusung adalah tentang pengakuan dosa.

Halaman 105: Banyak orang yang takut hidup menghadapi kebenaran, dan hanya sedikit orang yang merasa tak dapat hidup tanpa kebenaran dalam hidupnya.

Kalimat ini dikatakan oleh Pak Balam kepada grup mereka. Konteks nya adalah pengakuannya setelah ia diserang oleh harimau. Interpretasinya adalah bagaimana orang-orang takut menghadapi apa yang baik dan benar. Namun pengarang menggunakan kutipan ini supaya pembaca mengerti bahwa kita harus hidup dengan kebenaran. Isu yang diusung oleh pengarang adalah tentang kebenaran.

Halaman 133: “Sedangkan mengakui dosa-dosanya dalam hari sendiri sudah amat susah, bagaimana akan mengakuinya di hadapan orang lain, meskipun kawannya sendiri?”

Kutipan tersebut dikatakan oleh Sanip. Konteks dari kutipan tersebut adalah ketika mereka harus mengakui dosa mereka dan ternyata banyak yang tidak berani mengaku dosa mereka. Efeknya kepada pembaca adalah bahwa pembaca dapat refleksi atas dosa-dosanya sendiri. Isu yang diusung adalah tentang dosa-dosa dan pengakuan dosa.

Halaman 198: “Tuhan ada, anak-anak, percayalah. Tapi jangan paksakan Tuhanmu pada orang lain; seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu pada orang lain. “

Kutipan ini dikatakan oleh Pak Balam kepada grup mereka. Interpretasi dari kutipan ini adalah bagaimana kita tidak boleh memaksakan agama kita kepada orang-orang lain. Isu yang diusung adalah tentang agama.

Halaman 198: “Manusia perlu manusia lain … manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain.”

Kutipan ini dikatakan oleh  Pak Balam kepada grup mereka.Interpretasi dari kutipan ini adalah bagaimana kita sebagai manusia perluh belajar untuk hidup bersama orang-orang lain walaupun ada kekurangan satu sama lain.

2 thoughts on “Kalimat Cerdas dan Kutipan Harimau-Harimau – Mochtar Lubis

    1. thanks 🙂 coba lihat koleksi cerpen Idrus.
      Saya lupa cerpen yang mana tapi ada yang bagus kalau ingin melihat dosa dosa.
      Atau boleh juga cek artikel saya yang lain siapa tahu bisa membantu 🙂

Leave a Reply