Bahasa Indonesia HL

Bias Dalam Iklan dan Bias Dalam Berita

Iklan Bias Gender = Iklan L-Men

Iklan untuk produk L-Men terbaru memiliki bias gender yang sangat kuat terhadap laki-laki. Iklan ini membuat standar dimana laki-laki harus mempunyai keterampilan fisik yang fit dan sehat dan bukan kurus kerempeng atau gendut. Iklan ini juga membuat laki-laki yang mempunyai badan fit sebagai orang yang lebih atraktif. Iklan ini juga membuat laki-laki yang olahraga terlihat lebih maskulin. Buktinya, aktor utama mempunyai badan yang fit dan aktor yang tidak mempunyai badan yang fit selalu diremehkan. Perempuan juga terlihat lebih senang dengan aktor yang mempunyai badan fit. Dari kata-kata yang digunakkan, bisa dibuktikan biasnya juga. Aktor yang mempunyai badan maskulin mengatakan “Gak papa ton, dulu juga gw sekerempeng itu, makanya gw kencengin latihan minum L-men setiap hari, jadi tak terkalahkan, invinsible”. Pemilihan kata yang digunakan meremehkan dan mengejek orang dengan badan yang tidak fit.

Iklan Gender Setara = Iklan Bimoli

Iklan dari produk Bimoli terbaru ini tidak mempunyai bias gender namun mempunyai kesetaraan gender. Iklan ini tidak mengikuti standar bias gender atau tidak mengikuti stereotip gender. Contohnya seperti di dalam iklan ini, mereka menggunakan bapak yaitu seorang laki-laki untuk memasak makanan yang akan dimakan oleh anaknya. Biasanya ibu atau perempuan yang akan memasak makanan untuk anaknya. Iklan ini juga ingin menyampaikan pesan bahwa makanan buatan bapak juga spesial. Buktinya adalah bahwa mereka menulis “Masakan papa pun jadi spesial”. Hal ini beda dengan stereotip gender dimana stereotipnya adalah bahwa ibu yang harusnya pintar memasak. Buktinya, aktor yang memainkannya adalah laki-laki dan bukan perempuan. Aktor tersebut juga menggunakan baju kerja (dasi dan kemeja) dimana kita dapat menyimpulkan bahwa itu adalah bapak dari anaknya.

Judul Berita Bias “ Pansus Pilpres hanya buang energi dan anggaran”

http://www.merdeka.com/politik/pansus-pilpres-hanya-buang-energi-dan-anggaran.html

Judul ini mempunyai kata kunci yang menyarankan bahwa berita ini mempunyai bias yang jelas. Mereka menggunakan kata kunci “buang” untuk mendeskripsikan apa yang dilakukan untuk di sisi energi dan anggaran. Pemilihan kata ini mencoba membujuk pembaca dan memberikan kesan bahwa hal yang mereka lakukan sia-sia dan tidak penting. Pemilihan kata ini juga mengabaikan fungsi positif dan dampak yang akan terjadi dan hanya melihatnya dari satu sisi (membuat judul ini bias).

Leave a Reply