Bahasa Indonesia HL

Apa itu Teori Komunikasi Masa?

Hypodermic Needle Theory / Bullet Theory Cultivation Theory/Teori Kultivasi Cultural Imperialism Theory
1.      Dipanggil bullet theory karena isi senapan (dalam hal ini diibaratkan pesan) langsung mengenai sasaran (penerima pesan) tanpa perantara.

2.      Dipanggil hypodermic needle theory karena media massa mempunyai efek langsung “disuntikan” ke dalam ketidaksadaran audience

3.      Apa yang disajikan media massa secara langsung dapat berdampak besar kepada diri audience.

4.      Teori mengasumsikan bahwa pengelola media dianggap orang yang lebih pintar disbanding audience. Akibatnya audience dapat dikelabui dari apa saja yang disiarkan oleh pengelola media.

5.      Contoh: Televisi sering dituduh sebagai agen yang biasanya mempengarui sikap dan perilaku masyarakatnya.

 

1.      Melalui kontak penonton dengan televise, ia belajar tentang dunia, orang-orangnya, nilai-nilainya, serta adat kebiasaannya.

2.      Televisi menjadi media/alat utama di mana para penonton televise belajar tentang masyarakat dan kultur di lingkungannya.

3.      Persepsi yang terbangun terbangun di benak penonton tentang masyarakat dan budaya sangat ditentukan oleh televise

 

TV itu realita. (walaupun sebenarnya bukan)

Contohnya sinetron Indonesia yang  jelek

 

Contoh: Pecandu televisi lebih mempunyai pandangan negatif tentang orang tua disbanding mereka yang bukan pecandu televisi.

1.      Teori menyatakan bahwa Negara Barat mendominasi media di seluruh dunia.

2.      Teori menganggap bahwa budaya yang berbeda (yang tentunya lebih maju) akan selalu membawa pengaruh peniruan pada orang-orang yang berbeda budaya.

3.      Alasan dari berikut adalah media barat mempujnyai efek yang kuat untuk mengaruhi media dunia ketiga.

4.      Ketika terjadi proses peniruan, terjadilah penghancuran budaya asli di Negara ketiga.

 

Penjajahan budaya

Contoh:masterchef indo, mcdonald etc

 

Contoh: Dunia Barat menggunakan media seperti film, berita, komik dan foto untuk mendominasi media Dunia ketiga. Dengan uang, mereka dapat berbuat apa saja yang mereka ingin buat.

 

 

 

Media Equation Theory

 

Spiral of Silence Theory Technological Determinism Theory
1.      Media diibaratkan sebagai manusia yang bisa diajak berbicara seperti menjadi lawan bicara individu yang melibatkan dua orang dalam situasi face to face.

2.      Orang-orang yang menggunakan televisi atau computer tidak sekadar peralatan saja, tetapi factor sosial.

3.      Media mempunyai karakteristik interaksi sosial seperti memenuhi kebutuhan seseorang. Karena hal ini, audience akan lebih merasa lebih dekat dan lebih tertarik dengan media yang dilihatnya.

4.      Teori percaya bahwa media dianggap seperti kehidupan nyata Televisi/computer merupakan kehidupan nyata itu sendiri.

Contoh:

1.      Dengan komputer kita bisa berbuat apa saja seperti mencari hiburan, menjelajah ke seluruh dunia menggunakan internet, berkirim surat secara cepat dll.

 

1.      Teori percaya bahwa orang-orang dari kelompok minoritas sering merasa perlu untuk menyembunyikan pendapat dan pandangannya ketika berada dalam kelompok mayoritas

2.      Orang-orang sering merasa perlu untuk mengubah pendirian sesuai dengan kelompok mayoritas tempat dia berada

 

Suara minoritas biasanya tidak didengarkan dan di abaikan.

 

Contoh: Di papua, mereka menonton berita dari Jakarta. (papua = minoritas). Jika tiba tiba berita tentang papua, berita itu akan sebentar saja, dan akan balik lagi ke jakarta

Contoh:

Saat itu Indonesia terbagi menjadi kelompok-kelompok besar yang mendukung demokrasi, dan yang tidak. Pada akhirnya pelan-pelan ide demokrasi mulai di terima masyarakat.

Mereka yang dahulunya menolak demokrasi mulai melunak dan kelompok yang awalnya menentang demokrasi lebih memilih terdiam dan lama-lama mendukung ide demokrasi.

1.      Perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri.

2.      Budaya kita dibentuk oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dan apa yang diterpa media akan masuk kedalam perasaan manusia dan mengaruhi kehidupannya sehari-hari.

3.      Media adalah pesan itu sendiri.

4.      Media adalah alat untuk memperkuat, memperkeras, dan memerluas fungsi dan perassan manusia.

 

Perubahan teknologi komunikasi me

 

 

Contoh: Saat penggunaan tulisan digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, tulisan mendorong kemunculan matematika, filsafat dan ilmu pengetahuan lain.

Diffusion of Innovation Theory Uses and Gratifications Theory Agenda Setting Theory
1.      Dengan adanya inovasi (penemuan), lalu disebarkan (difusi) melalu media massa akan kuat memengaruhi massa untuk megikutinya.

2.      Adopsi sebuah inovasi akan berjalan secara baik atau tidak tergantung dari peran media massa.

3.      Masyarakat mempunyai kondisi psikologis yang selalu suka dengan hal baru. Kondisi ini dimanfaatkan oleh produsen.

4.      Setiap inovasi baru akan menimbulkan keinginan kuat masyarakat untuk mengadopsinya.

5.      Tiga tahap proses adopsi: akuisi informasi, evaluasi informasi, adopsi/menolak inovasi.

 

 

Contoh: Inovasi (iPad), disebarkan melalui media massa/iklan (difusi), dipakai masyarakat (adopter).

 

 

1.      Kebalik dengan bullet theory, pengguna media adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi.

2.      Audience aktif untuk menentukan media mana yang dipilih untuk memuaskan kebutuhannya.

3.      Teori ini menekankan pada pendekatan manusiawi dalam melihat media massa (manusia mempunyai otonomi, wewenang untuk memperlakukan media)

4.      Teori juga percaya bahwa media mempunyai pengaruh jahat dalam kehidupan

 

Pengguna media mempunyai pilihan untuk memuaskan kebutuhannya (kebalik dengan agenda theory)

 

 

Contoh: Kita menonton suatu acara tertentu karena media tersebut menyediakan atau memuaskan Andda akan kebutuhan informasi atau hiburan.

 

 

 

 

1.      Media (khususnya media berita) tidak selalu berhasil memberitahu apa yang kita pikir, tetapi media tersebut benar-benar berhasil memberitahu kita berpikir tentang apa.

2.      Media memberikan agenda-agenda melalui pemberitaannya , sedangkan masyarakat akan mengikutinya.

3.      Media mengatakan yang penting dan yang tidak penting.

4.      Media mengatur yang kita lihat, tokoh siapa yang kita haurs dukung, dan mengarahkan kita untuk mempusatkan perhatian pada subjek tertentu yang diberitakan media.

 

Contoh: Media dapat mempengaruhi pilihan kita untuk pemilihan presiden.

Media Critical Theory
1.      Berjuang untuk mendobrak status quo dan membebaskan manusia, khususnya rakyat miskin dan kecil dari status quo dan struktur system yang menindas

2.      Ketidakbebasan para praktisi media yang membatasi kemampuannya untuk melawan kekuasan yang mapan.

3.      Isi produksi memperkuiat status quo dan mengurangi usaha yang berguna bagi perubahan sosial yang konstruktif.

 

Media massa harus kritis pada sebuah issu.

 

Contoh: Konser Lady Gaga di Indonesia yang ditolak keras oleh FPI.

Teori Komunikasi Massa

Leave a Reply