Bahasa Indonesia HL

Analisis Lagu: Iwan Fals – Politik Uang (2004)

Analisa Lagu Politik dan Bahasa Persuasif

Lagu yang bernama Politik Uang karya Iwan Fals adalah lagu yang dirilisnya dengan tujuan untuk mengkritik politik di Indonesia. Lagu yang diiringi hanya dengan gitar akustik ini berhubung dengan politik dengan cara mengejek sistem politik yang digunakan Indonesia. Di dalam lirik lagu ini, Iwan Fals membahas tentang kekayaan partai-partai politik dan efeknya kepada masyarakat. Contohnya, “Boleh saja partai ribuan jumlahnya.. Tapi yang menang yang punya uang” dan kata-kata yang digunakannya ini dapat mempersuasikan masayarakat dan membuat masyarakat ragu dengan pilihan mereka. Kata-kata ini juga dapat membuat masyarakat ragu dengan system politik Indonesia. Efek paling parah yang dapat muncul adalah bahwa lagu ini dapat membuat masyarakat percaya bahwa semua orang yang terlibat dengan pemerintahan di Indonesia adalah koruptor dan memberikan impresi bahwa Indonesia tidak akan berkembang. Dengan reputasi Iwan Fals yang legendaris dan bakatnya yang sangat bagus dengan membuat musik yang sangat menarik, ia dapat menyebarkan apa yang ingin dikatakannya dengan lebih gampang kepada populasi yang lebih banyak.


Lirik Lagu: Iwan Fals – Politik Uang (2004)

Boleh saja partai ribuan jumlahnya.. Tapi yang menang yang punya uang..     
Seorang cepek ceng sudah bisa jadi presiden.. Begitulah cerita yang berkembang..
Gontok gontokan sudah nggak musim.. Adu doku ini yang ditunggu tunggu..
Pemilu tempat berpestanya uang palsu.. Habis kalau nggak gitu nggak lucu..
Program program berseliweran.. Seperti dongeng jaman kecil dulu..
Walau ternyata hanya kibul doang.. Tapi kampanye bikin hati senang..
Bul kibul tak kibul kibul.. Kibul diadu demi perkibulan..
Ini sudah dari jaman baheula.. Dari jaman raja raja sampai sekarang..
Uang adalah bahasa kalbu.. Santapan rohani para birokrat..
Tentu saja tidak semuanya.. Tapi yang pasti banyak yang suka..
Jangan heran korupsi menjadi jadi.. Habis itulah yang diajarkan..
Ideologi jadi komoditi.. Bisa diekspor ke luar negeri..
Uang adalah bahasa kalbu.. Santapan rohani rakyat dan wakil rakyatnya..
Tentu saja tidak semuanya.. Tapi yang pasti banyak yang suka..
Jangan heran korupsi menjadi jadi.. Habis itulah yang diajarkan..
Ideologi jadi dagangan.. Bisa diekspor ke luar negeri..

 

 

Leave a Reply