Bahasa Indonesia HL

Analisis Ekstrak Tarian Bumi: “Tugeg-tugeg”

komentari isu yang ingin diusung pengarang melalui ekstrak ini dan teknik yang digunakan pengarang untuk mengusung isu penting tersebut

Isu yang ingin diusung pengarang dan teknik yang digunakan pengarang untuk mengusung isu penting tersebut

  1. Peran seorang perempuan Bali.

    • Baris 1-5: Sesaji, sembahyang, dan menari. Dapat melihat aktivitas apa saja yang harus dilakukan seorang perempuan Bali.
      • Teknik: Penggunaan dialog tokoh Luh Kambren kepada Luh telaga, memberitahu pembaca bahwa perempuan Bali memiliki tanggung jawab spesifik dan pengarang mencoba menyampaikan bahwa memang di dalam budaya Bali melakukan sesaji, sembayang, sangat penting.Dilakukan sebagai kesenian, bukan hanya untuk sekedar pekerjaan, yang dapat kita ketahui berdasarkan baris 3.
  2. Pentingnya menjaga peninggalan peradaban atau tradisi yang dimiliki Bali

    • baris 10, peninggalan peradaban yang Luh Kambren ingin diskusikan direferensikan dengan taksu Bali.
    • Paragraf pertama, luh kambren mengatakan bagaimana taksu dirusak oleh orang yang makan sekolahan terlalu kenyang.
    • Efek: Pembaca dapat melihat bagaimana cara menari dengan benar, penuh dengan karisma dan hasrat sudah hilang. Sehingga menjaga peninggalan peradaban sangaltah penting.
      • Teknik: Penggunaan dialog tokoh Luh Kambren sebagai tokoh bawahan, untuk menyampaikan isu kedua.
      • bahwa menari di dalam konteks Bali karena lebih dari sebuah pekerjaan,
      • perempuan harus melakukan dengan penuh hasrat seperti hidupnya sendiri, menjaga taksu.
  1. Isu terakhir: Bagaimana hanya orang asing lebih memperdulikan budaya Bali dibandingkan masyarakat Bali sendiri.

    1. baris 19: meneliti, justru orang asing yang sering mengunjungi tiang. Sementara, orang-orang yang makan sekolahan malah tidak muncul.
      • Ini tentunya ironis, yang tentunya ingin Oka Rusmini sampaikan pada pembaca, bahwa Justru mereka sebagai orang yang memiliki budaya itu sendiri, orang Bali asli harus mulai memperdulikan budaya sendiri.
      • Teknik: penggunaan tokoh Luh Kambren,
      • Efek yang diciptakan pertama, bahwa pembaca bisa tahu latar belakang dari novel Tarian Bumi secara pola pikir masyarakat, bagaimana justru mereka hanya sekolah saja tanpa memperdulikan budaya Bali sendiri.
      • efek yang diciptakan dari penggunaan tokoh Luh Kambren adalah bahwa pembaca dapat merefleksikan diri sendiri, sadar dan menjadi sebuah pembelajaran bagi mereka, tentang menjaga peka dan peduli terhadap budaya yang mereka miliki.
  1. Penggunaan bahasa dan peran dalam menyampaikan latar/setting

    1. Bar 1: tiang, taksu, tugeg. (Penggunaan bahasa kata-kata asing )
      1. Pembaca tidak terlalu mengerti,
      2. menciptakan setting atau latar belakang novel ini, yaitu Bali.
    2. Kemudian paragraf pertama sesaji sembayang dan menari, menunjukkan bagaimana upacara menjadi aspek yang sangat penting dalam Bali. Kemudian taksu, menari sebagai kesenian menjadi suatu aspek lain yang esensial dalam Bali. Jadi, dengan demikian, penggunaan bahasa yang asli Bali turut berperan dalam memaparkan latar/setting dari novel ini
    3. Penggunaan bahasa seperti “Makan sekolahan terlalu kenyang” baris ke 6 dan diullang pada baris 21, Menjual dan mempertontonkan, di baris 24 tontonan di hotel dengan bayaran tidak pantas. Ini turut membantu dalam membuat pembaca memahami setting pada saat itu, bagaimana tarian sangatlah diremehkan, tidak dihargai. Bagaimana justru yang digambarkan oleh Luh Kambren sebagai kesenian, hanya menjadi hiburan bayaran bagi orang-orang asing.
    4. Pertanyaan retorika, bagian akhir, baris 35. Pembaca dapat melihat melalui penggunaan bahasa tersebut, kita dapat mengerti pola pikir masyarakat pada masa tersebut, bagaimana Oka rusmini menyampaikan pada masa tersebut orang sering hanya memandang hidup untuk lebih mapan. Bahkan mereka heran Kambren menolak hidup mapan. Kita sebagai pembaca dapat mengerti latar/setting novel ini melalui penggunaan bahasa retorika.
    5. Secara keseluruhan, pembaca dapat mengerti latar/setting Bali sendiri, dan dapat mengetahui pola pikir masyarakat yang ada dalam ekstrak tersebut,.

Sebagai kesimpulan, pengarang berhasil dalam mengusung isu-isu yang ada di dalam ekstrak ini kepadap embaca, dan pembaca dapat mengetahui latar/setting, pola pikir di dalam ekstrak ini melalui penggunaan bahasa yang berhasil digunakan oleh Oka Rusmini.

Komentari penggunaan bahasa dalam ekstrak ini dan efeknya dalam menyampaikan latar/setting

Penggunaan bahasa dan peran dalam menyampaikan latar/setting

  1. Bar 1: tiang, taksu, tugeg. (Penggunaan bahasa kata-kata asing )
    1. Pembaca tidak terlalu mengerti,
    2. menciptakan setting atau latar belakang novel ini, yaitu Bali.
    3. Kemudian paragraf pertama sesaji sembayang dan menari, menunjukkan bagaimana upacara menjadi aspek yang sangat penting dalam Bali. Kemudian taksu, menari sebagai kesenian menjadi suatu aspek lain yang esensial dalam Bali. Jadi, dengan demikian, penggunaan bahasa yang asli Bali turut berperan dalam memaparkan latar/setting dari novel ini
  2. Bar 6 & 21: Pengulangan bahasa seperti “Makan sekolahan terlalu kenyang”
  3. baris 24 Menjual dan mempertontonkan, di tontonan di hotel dengan bayaran tidak pantas.
    1. membantu dalam membuat pembaca memahami setting pada saat itu, bagaimana tarian sangatlah diremehkan, tidak dihargai.
    2. Bagaimana justru yang digambarkan oleh Luh Kambren sebagai kesenian, hanya menjadi hiburan bayaran bagi orang-orang asing.
  4. baris 35: [PERTANYAAN RETORIKA]
    1. kita dapat mengerti pola pikir masyarakat pada masa tersebut
    2. bagaimana Oka rusmini menyampaikan pada masa tersebut orang sering hanya memandang hidup untuk lebih mapan.
    3. Bahkan mereka heran Kambren menolak hidup mapan.
    4. Kita sebagai pembaca dapat mengerti latar/setting novel ini melalui penggunaan bahasa retorika.
  5. Secara keseluruhan, pembaca dapat mengerti latar/setting Bali sendiri, dan dapat mengetahui pola pikir masyarakat yang ada dalam ekstrak tersebut,.

Sebagai kesimpulan, pengarang berhasil dalam mengusung isu-isu yang ada di dalam ekstrak ini kepadap embaca, dan pembaca dapat mengetahui latar/setting, pola pikir di dalam ekstrak ini melalui penggunaan bahasa yang berhasil digunakan oleh Oka Rusmini.

 

Teknik Naratif dan efek kepadap pembaca

  • Pertanyaan Retorika: Seperti pada baris 7,
    • itukah yang dinamakan kesenian. Berdasarkan cerita Luh Dampar bagaimana ia harus diperlakukan secara mengenaskan oleh laki-laki untuk menciptakan suatu lukisan, ia pun mempertanyakan kesenian itu sendiri, seberapa jauh manakah sesuatu dapat dinamakan sebagai kesenian.pertanyaan ini pun juga memiliki Efek terhadap pembaca, pembaca dapat merefleksikan isu tersebut, membuat pembaca berpikir mengenai hidup, dan mereka pun juga akan mempertanyakan apa yang Luh Kambren tanyakan.
  • Pemikiran, pengalaman tokoh, dan dialog Luh Kambren, pembaca dapat mengetahui kehidupan orang atau tokoh yang sentral dalam ekstrak ini yaitu Luh Dampar. Paragraf pertama, ia mengingat nasib Luh Dampar dan ia mencoba untuk menceritakan kembali apa yang dibenaknya.
  • Baris 17, Kambren menggunakan pengalamannya di Galeri Dampar untuk menjalankan alur.
  • Dialog: baris ke 33 ia menceritakan kepada Telaga mengenai nasib pelukis Jerman.
  • Efek dari menggunakan seorang Luh Kambren, baik dari pemikiran, pengalaman, dan dialog adalah bahwa pembaca dapat mengerti alur cerita dari novel Tarian Bumi berdasarkan tokoh lain untuk menceritakan kehidupan Luh Dampar sendiri. Ini tentunya menjadi suatu keunikan, yang menjadi teknik naratif yang variatif dalam membawakan cerita. Pembaca jadi tahu cerita, mendapatkan gambaran kehidupan Luh Dampar, dan lagi-lagi dapat merfleksikan kesengsaraan seorang Luh Dampar dengan kehidupan nyata.
  • Soliloqui- baris 13

Hal Penting yang ingin disampaikan

  • Manusia harus lebih peka terhadap cara menilai kesuksesan dan keindahan yang mereka lihat, karena dibalik kesuksesan seperti melukis terdapat kesengsaraan yang tidak terekspos, sehingga kesuksesan itu sendiri pun patut dipertanyakan. Perempuan digunakan oleh orang asing, ini menunjukkan bagaimana sesuatu tidak bisa dengan gampang dikatakan sebagai suatu keindahan jika tidak dipertimbangkan escara keseluruhan dalam dua sisi. Di ekstrak ini, memang kesenian yang diciptakan orang Jerman memang sebuah kesuksesan. Di baris ke 17 kita tahu galeri sangat luas, unik, bernuansa etnik Bali. Namun pembaca juga tahu bahwa Luh Dampar memang merupakan biaya dari kesuksesan itu sendiri. Di baris ke 35, orang memang mempelajari keindahan tersebut namun tidak ada yang tahu dibalik itu ada jerit Luh Dampar. Sehingga Oka rusmini ingin menyampaikan hal penting bagaimana manusia harus lebih peka terhadap apa yang mereka lihat sebagai kesuksesan.
  • Istri dijual untuk uang, wanita dieksploitasi, kaum perempuan tidak dihargai. Nama galeri sih istri namun hanya untuk pajak, seperti pada baris 18. Baris 25 untuk menafkahi hidup
  • Orang seringkali berpendidikan namun tidak beretika. Baris 7, banyak sekali orang membicarakan bahasa warna, nilai estetis, keindahan universal, teori seni rupa, dll. Namun justru teknik-teknik seperti itu dan keindahan tersebut hanya membutakan nilai-nilai moral yang mereka seharusnya dimiliki manusia. Ini coba disampaikan oleh Oka Rusmini kepada pembaca. Baris 35, mempelajari teknik tapi tidak tahu adajerit pembaca

Sebagai kesimpulan, Oka Rusmini berhasil menggunakan tokoh Luh Kambren dalam menjelaskan kehidupan seorang Luh Dampar, dan penggunaan tokoh Luh Kambren menjadi suatu teknik naratif yang unik dan variatif bagi pembaca. Oka Rusmini juga sukses menyampaikan hal-hal penting dibenaknya kepada pembaca melalui ekstrak ini.

 

 

Leave a Reply