Bahasa Indonesia HL

Analisis Ekstrak Tarian Bumi: “Perempuan Bali itu luh”

“Perempuan Bali itu, Luh, perempuan yang tidak terbiasa mengeluarkan keluhan. Mereka lebih memilih berpeluh. Hanya dengan cara itu mereka sadar dan tahu bahwa
mereka masih hidup, dan harus tetap hidup. Keringat mereka adalah api. Dari keringat itulah asap dapur bisa
tetap terjaga. Merka tidak hanya menyusui anak yang lahir dari tubuh mereka. Mereka pun menyusui laki-laki. Menyusui hidup itu sendiri…” (Hal 25 dari buku Tarian Bumi Karya Oka Rusmini)

Komentari Peran Kedua Tokoh dalam mengusung tema penting ekstrak ini

Tokoh Luh Sekar

  • Bar 1-2:
    1. tidak mengeluarkan keluhan, namun harus berpeluh/bekerja.
    2. Mengusung tema perempuan Bali yang ambisius, yang tidak gampang mengeluh
  • Bar3-4:
    1. Kehidupan Luh Sekar mencerminkan sosok perempuan Bali yang dijelaskan seperti pada paragraf pertama.

Tokoh Luh Kenten

  1. Bar 11-15:
    1. ia secara spontan mengatakan mimpi dan kemudian pertanyaan “Kau tau siapa driimu secara implisit atau tersirat dapat kita ketahui pada baris ke 12-14
    2. Mengusung tema perempuan dari kasta rendah, yang tidak dapat memiliki ambisi
    3. Ini menunjukkan bagaimana ia merepresentasikan golongan masyarakat yang berpikiran sempit, yang tetap melekat pada aturan atau konsep Bali yang ada.
  • Secara keseluruhan, Luh Kenten merepresentasikan konsep perempuan Bali yang sebenarnya,
    • Bar 10-15:
      • bagaimana masyarakat melihat penari,
    • Bar 21:
      • bagaimana hanya boleh dilakukan orang terhormat atau tokoh masyarakat pergi ke pura,
      • Bahkan ia menyuruh Sekar untuk bersyukur bisa sembayang ke pura.
  • Di sisi lain, Luh Sekar mendobrak konsep tersebut,
    • Ia mencoba untuk memberi tahu Kenten bahwa siapa saja termasuk dirinya dapat menjadi seorang penari.
    • Bar 30:
      • itu berarti tak ada larangan untuk menghadapnya.”
      • Dan sementara pergi ke pura, tempat itu tidak dikhususkan untuk orang terhormat saja, sampai ia harus bersyukur karena beruntung dapat ke pura.
      • Dan ia juga mengatakan bahwa siapa saja dapat ke pura, bahkan maling ataupun pembunuh sekalipun.

Komentari teknik yang digunakan pengarang untuk mendeskripsikan kedua tokoh tersebut dan efeknya kepada pembaca.

Luh Sekar

Melalui perkataan secara langsung  dari naratif ataupun adegan dan dialog yang ada di dalam ekstrak ini, Oka rusmini mendeskripsikan Luh Sekar agar pembaca dapat mengetahui tokoh tersebut.

  • Teknik analitik (secara langsung atau eksplisit)
    • Baris 6.
      • Memiliki ambisi untuk menjadi penari joged, memiliki tubuh yang indah, kulitnya tidak putih, dll. Secara langsung Oka Rusmini menjelaskan Luh Sekar.
  • Dramatik (tidak langsung, tersirat),
    • Baris 10: dialog
      • kita ketahui ia ingin jadi menari. Kemudian pada baris ke  15,
        • ini menunjukkan pola pikir tokoh yaitu Luh Sekar
        • ia ingin mendobrak konsep pemikiran orang Bali bagaimana seharusnya penari dapat dilakukan siapa saja.
    • baris ke 30
      • melalui analoginya atau perumpamaan mengenai pembunuh pelacur atau siapa saja yang boleh ke pura, pembaca dapat mengetahui pemikiran Luh Sekar bagaimana siapa pun boleh ke pura.

Jadi baik secara langsung atau tidak langsung, secara analitik atau dramatik, pembaca dapat mengetahui tokoh Luh Sekar.

  • Efeknya yang pertama tentu pembaca mendapatkan gambaran yang lebih dalam mengenai siapa Luh Sekar sendiri, yang kita ketahui sebagai tokoh yang penting dalam novel ini.
    • Kemudian kita dapat mengetahui pola pikir seorang Luh Sekar terhadap isu-isu yang ada di dalam Bali, seperti dalam konteks penari dan pura.
    • Sebagai pembaca kita dapat merefleksikan tokoh Luh Sekar dengan hidup kita sendiri, bagaimana orang sudra memiliki ambisi yang sangat besar untuk meraih mimpi yang penuh dengan rintangan. Ini menjadi sebuah pembelajaran bagi pembaca.

Luh Kenten

  • Teknik dramatik, kita tidak mendapatkan deskripsi tentang beliau secara langsung oleh pengarang, namun dapat mengetahui ciri-cirinya berdasarkan dialognya, melalui kalimat dan pertanyaan yang dilontarkannya.
  • Baris ke 12: pembaca dapat mengetahui pola pikir seorang Luh Kenten, bagaimana ia merasa sebagai orang kalangan rendah bermimpi untuk menjadi orang sukses, menjadi penari itu sudah seperti tabu,bagaimana hanya tokoh masyarakat atau orang terhormat saja yang dapat bermimpi.
  • Baris ke 20, melalui ucapannya kita mengetahui bahwa Luh Kenten adalah seorang perempuan yang setia terhadap Luh Sekar sebagai teman. Kita tahu dia adalah seseorang yang peduli terhadap kehidupan Luh Sekar
  • Efek: pembaca mengetahui dan mengerti pemikiran seorang Luh Kenten, siapa dia sebenarnya, dan perasaannya terhadap Luh Sekar. Kita tahu kepribadiannya.Kemudian pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang pola pikir atau pemikirannya, bagaimana ia merepresentasikan konsep Bali yang seharusnya.

Sebagai kesimpulan, kedua tokoh berhasil dalam mengusung tema penting ekstrak ini. Kemudian, Oka Rusmini berhasil untuk menjelaskan kedua tokoh yang ada dalam ekstrak ini baik secara analitik ataupun dramatik.

 

Leave a Reply