Bahasa Indonesia HL

Analisis: Puisi Ada Tilgram Tiba Senja – WS Rendra

Komentari penggunaan unsur Bunyi untuk membangun nada dan suasana


Rima

Rima Bersliang

a-b-a-b

  • Randu – cendawan – hatiku – bemerkahan (bait 3)
    • Efek: bunyi vocal u membangun nada sendu dan terharu
  • Tergeletak – terebah – anak – lelah (bait 7)
    • Efek: bunyi h, k – suntuk, lelah
  • Kembang – tua – pulang – kuriba (bait 13)
    • Efek: rasa sedih dan rindu

Rima akhir

Bunyi sama dalam kata terakhir

a-a-a-a

  • Tulang – pulang (bait 2)
    • Efek: bunyi t, p, g
      • Pembaca dapat mengetahui anak akan kembali pulang ke rumah karena dia lelah
  • Mengembara – bapanya – muda –larinya – perginya (bait 4)
    • Efek: ibunya mendukung segala keputusan anaknya
  • Dada – doa – larinya – perginya (bait 6)
    • Efek: nada pengharapan dan suasana sedih ibunya

Rima penuh

Kapuk randu! Kapuk randu! (Baris 6)

  • Efek: Dari baris tersebut, pembaca dapat mengetahui bagaimana ibunya itu kesepian
    • mengajak berbicara objek dan bukan manusia
  • Penggunaan bunyi u membuat terdengar sedih dan sendu.

Hatiku tersedu hatiku tersedu (Baris 31-32)

  • Efek: perasaan ibunya yang sedih atau terharu

Bunga randu! Bunga randu! (Baris 33)

  • Efek: Pembaca dapat mengerti kesedihan ibu
  • pengulangan bunyi u dan nada dukacita dan sendu yang lebih menonjol

Darah, o, darah (35)

  • Efek: Memperkuat aspek dimana ibu itu kesepian.
  • Penggunaan kata darah juga menyimbolkan bagaimana anaknya itu darah dagingnya ibu sendiri.

Bunyi

Bunyi kakafoni

Bunyi kakafoni Bunyi tidak merdu, parau

BUNDA, LETIHKU TANDAS KE TULANG
ANAKDA KEMBALI PULANG (Baris 4-5)

  • Efek: Penggunaan bunyi k,p,t yang menonjol menunjukkan keletihan anaknya dan akan segera pulang.
  • Biasanya anak kembali pulang setelah sukses namun anak kembali pulang ketika dia sudah lelah. Nada yang digunakan terdengar sedih.

Kecilnya dulu meremasi susuku
Kini letih pulang ke ibu (Baris 29-30)

  • Efek: Pengunaan bunyi k,p,s membuat efek sedih
  • pembaca dapat mengetahui ibunya rindu dengan anaknya
    • kilas balik yang dimiliki ibunya akan anaknya.
  • Suasana dari bait tersebut adalah sedih dan nada yang muncul nada rindu.

Ada podang pulang ke sarang
Tembangnya panjang berulang-ulang
Pulang ya pulang, hai Petualang! (Baris 41-43)

  • Efek: Pengunaan bunyi konsonan /p/ yang dominan membuat suasana terdengar kacau, tidak teratur, tidak menyenangkan. Nada melankolik – sedih

Bunyi Efoni

Bunyi efoni Bunyi merdu & Indah

Selembut tudung cendawan
Kuncup-kuncup di hatiku
Pada mengembang bermekahan (Baris 7-9)

  • Efek: pengunaan bunyi u dan a yang dominan membuat suasana

Rumah mungil berjenda dua
Serta bunga di bendulnya
Bukankah itu mesra? (38-40)

  • Efek: Pembaca dapat mengetahui rumah nya melalui penggambaran tersebut bagaimana ibunya ingin sekali anaknya untuk kembali pulang ke rumah.

Anakku datang, anakku pulang (Baris 46)

  • Efek: Pengunaan bunyi /a/ yang dominan terdengar seperti suasana gembira, suka cita dan nada yang menyambut.

Bagaimana Perkembangan ide berlanjut dari Awal hingga akhir puisi?

Awal (sekaligus klimaks)

“Ada tilgram tiba senja”
“Disemat di dada bunda.”
“Kapuk randu! Kapuk randu!”

Menyampaikan latar, tokoh-tokoh yang terlibat, dll

Bait 1:

  • Ibu merasa sangat senang karena mendapatkan tilgram dari anaknya yang memberitahunya bahwa ia akan kembali pulang
    • Sangat senang = “disemat di dada bunda”

Bait 2:
Telegram memberitahu anak akan kembali pulang

Bait 3:

Ibu senang sekali hingga diekspresikannya ke Kapuk randu (menunjukkan bahwa ia di pedesaan dan ia sendirian)

 

Kerumitan

“Dulu ketika pamit mengembara”
“Kuberi ia kuda bapanya”
“Untuk apa kurontokkan air mata?”

Bentuk flashback, mengingat sedih ibu masa lalu        

Bait 4:

  • [Flashback] Dulu ibu memberi kuda bapaknya kepada anaknya untuk pergi mengembara

Bait 5:

  • Di masa rontok asam jawa anakknya meninggalkan ibu untuk mengembara
  • Menunjukan perasaan ibu yang sebenarnya sedih, tetapi menahan tangisannya.

 

Klimaks

“ Tinggal bunda di rumah menepuki dada”
“Melepas hari tua, melepas doa-doa_”
“Satu harapku pada anak”
“Ingat ‘kan pulang pabila lelah.”

Ibu sangat rindu dengan anaknya dan sangat menginginkan ia pulang

Bait 6:

  • Anaknya meninggalkannya ke kota dan meninggalkan ibunya yang sudah tua sendirian

Bait 7:

  • Ibunya berharap supaya anaknya pulang dan tidak lupa asal usul

 

Penurunan

“Bunga randu! Bunga randu!”
“Anakku lanang kembali kupangku”

Ibu senang kembali setelah sadar bahwa anaknya akan pulang

Bait 9:

  • Ibu senang sekali anaknya akan pulang hingga diekspresikannya ke bunga randu

 

Akhir

“Anakku datang anakku pulang”
“Kembali kucium, kembali kuriba”

Ibu sangat senang dapat bertemu dengan anakknya yang kembali pulang

Bait 13:
Anaknya akhirnya pulang dan dicium ibunya dan diribanya

One thought on “Analisis: Puisi Ada Tilgram Tiba Senja – WS Rendra

  1. Hi, you have post here a very useful information for everyone who looking to learn more information on this topic. I read it with most enjoyment and believe that everyone can apply it for their own use. Thank you for useful post. Looking to read more from you.

Leave a Reply